Minggu, 07 Agustus 2016

Paranoid terhadap Salib, Kristen di Korea Utara di aniaya

Petugas rezim Korea Utara merazia toko-toko yang menjual salib, simbol kekristenan, yang dahulu digunakan sebagai tempat Yesus dihukum oleh kaum Yahudi.
Bahkan, seperti dilaporkan Daily Express, Sabtu (6/8/2016),  anak-anak sekolah pun harus berhati-hati ketika menulis “tambah” (+) saat belajar matematika agar tidak menyerupai salib.
Saking paranoid terhadap salib, semua produk yang menyerupai salib (dua barang yang bersilang), seperti dasi kupu-kupul, penjepit rambut, dan bando, serta motif baju, pun disita.
Tindakan tidak populer oleh rezim pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, itu dilakukan sebagai upaya untuk memberhangus orang-orang Kristen dan kekristenan.

Rabu, 27 Juli 2016

Anak-anak di Aceh Singkil di paksa Belajar Islam di Sekolah

Anak-anak Kristen di Aceh Singkil dipaksa belajar agama Islam di sekolah. Sudah diterapkan sejak tahun 1970-an.
Dengan bibir bergetar dan mata membasah Dita berkisah tentang kekhawatirannya pada masa depan anak-anak Kristen di Aceh Singkil. Ibu tiga anak ini sangat peduli pada perkembangan pendidikan dan spiritualitas anak-anak Kristen yang sejak awal Orde Baru sampai saat ini terus diperlakukan tidak adil oleh pemerintah.

Senin, 13 Juni 2016

Umat Nasrani mengalami Kristenophobia di Indonesia

Jika di eropah mengalami Islamophobia maka di Indonesia saat ini sedang mengalami Kristenophobia. Sama halnya di eropa, saat ini Indonesia juga mengalami ketakutan yang berlebihan bahkan bisa dikatakan sangat berlebihan terkait dengan pertumbuhan iman kristen.

Hal tersebut sangat mudah dicari dengan banyaknya muncul penolakan terhadap pembangunan gereja-gereja di berbagai pelosok negeri ini, hal yang terlalu mudah dicari akan peristiwa ini banyak terjadi di daerah-daerah yang mayoritas berpenduduk muslim, seperti Aceh, Jawa barat, dll.