Selasa, 09 Agustus 2016
Minggu, 07 Agustus 2016
Paranoid terhadap Salib, Kristen di Korea Utara di aniaya
Petugas rezim Korea Utara merazia toko-toko yang
menjual salib, simbol kekristenan, yang dahulu digunakan sebagai tempat Yesus
dihukum oleh kaum Yahudi.
Bahkan, seperti dilaporkan Daily Express,
Sabtu (6/8/2016), anak-anak sekolah pun harus berhati-hati ketika menulis
“tambah” (+) saat belajar matematika agar tidak menyerupai salib.
Saking paranoid terhadap salib, semua produk yang
menyerupai salib (dua barang yang bersilang), seperti dasi kupu-kupul, penjepit
rambut, dan bando, serta motif baju, pun disita.
Tindakan tidak populer oleh rezim pemimpin muda Korut, Kim
Jong Un, itu dilakukan sebagai upaya untuk memberhangus orang-orang Kristen dan
kekristenan.
Langganan:
Postingan (Atom)