Seorang
Ulama Senior di negara Iran baru-baru ini mengkritik cara berpakaian sebagian perempuan
di negeri itu yang di anggapnya menyalahi aturan Islam.
Ulama
senior itu bernama Seyyed yousef tabatni-nejad di kota Isfahan, mendesak
polisi-polisi syariah untuk merajia dan menindak dengan tegas para perempuan
yang berpakaian dan mengenakan berkerudung tidak sesuai dengan ajaran Syariah Islam.
Sebab, lanjut kata sang ulama cara berpakaian tidak sesuai islam bisa
mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Kami sudah menerima banyak foto para perempuan itu sedang berfoto di tepi sungai Zayandeh-rud yang kering, seakan tengah berfoto di eropa. Inilah perilaku yang bisa membuat sungai kering dan banyak hal buruk lainnya, dan saya sudah meminta kementrian komunikasi untuk menindak pelaku perilaku tidak sopan ini. Jika mereka tidak melakukannya maka mereka telah gagal mengelola negara ini, sebab kementrian bisa menemukan dan menghukum perempuan-perempuan ini,” kata Seyyed seperti dikutip kantor berita ISNA.
Komentar
Seyyed ini muncul disaat jumlah polisi moral di iran ini bertambah. Polisi
moral ini bertugas menindak perempuan yang tidak mengenakan kerudung, memainkan
musik dengan keras di mobil, atau perilaku lain yang dianggap tidak sesuai
dengan Islam.
Walau
demikian ada juga yang menentang Komentar Seyyed ini yang datang dari anggota
dewan nasional perlawanan iran, Afchine alavi.
Afchine berkata pola pikir seperti itu adalah pikiran yang merefleksikan rezim teokratis yang memerintah iran dan ini tak ada bedanya dengan ISIS. Kebencian terhadap perempuan adalah salah satu dari pola pikir ini, lanjut Afchine.
Sebelumnya,
Seyyed juga menyatakan perempuan sebaiknya tinggal dirumah dan para pria yang
bekerja.
Dia
juga pernah menyarankan agar perempuan yang tidak mengikuti aturan berpakaian
secara Islam agar ditindak dengan keras.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar